logopabkn

PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA BAGI ORANG YANG BUTA HURUF

Tahapan Pendaftaran Bagi Orang Yang Buta Huruf

1). Menghadap petugas pendaftaran untuk menyampaikan kehendaknya ingin mengajukan gugatan/permohonan

2). Melapor kepada Ketua tentang adanya orang buta huruf yang ingin mengajukan gugatan/permohonan

3). Menunjuk hakim agar membuatkan catatan gugatan/permohonan lisan

4). Membuat catatan gugatan/permohonan lisan

5). Menyerahkan catatan gugatan/permohonan lisan kepada calon Penggugat/Pemohon untuk menghadap petugas pendaftaran

6). Menghadap petugas pendaftaran dan menyerahkan catatan gugatan/permohonan lisan

 

PENDAFTARAN PERKARA

1). Menerima surat gugatan/permohonan sebanyak para pihak ditambah 5 eksemplar termasuk soft copynya. Dari Penggugat/Pemohon

2). Meneliti surat gugatan/permohonan yang diajukan oleh Penggugat/Pemohon

3). Menaksir panjar biaya perkara dan membuat SKUM Rangkap 3  serta menyerahkan SKUM tersebut kepada Penggugat/Pemohon agar membayar panjar biaya perkara pada bank yang ditunjuk

4). Menerima pembayaran panjar biaya perkara sesuai SKUM

5). Memberi tanda lunas dan nomor perkara pada SKUM setelah  Penggugat/Pemohon membayar panjar biaya perkara di Bank yang ditunjuk.

6). Mencatat panjar biaya perkara dalam buku jurnal perkara yang bersangkutan

7). Membubuhkan nomor perkara pada surat gugatan/permohonan dengan stempel yang telah ditetapkan.

8). Menyerahkan SKUM lembat pertama kepada Penggugat/Pemohon untuk disimpan yang bersangkutan

9). Menyerahkan berkas perkara berisi surat gugatan/permohonan beserta SKUM lembar kedua kepada Penggugat/Pemohon untuk mendaftar perkaranya pada petugas pendaftaran

10). Menginput perkara gugatan dalam Aplikasi SIPP

11). Menyerahkan satu eksemplar surat gugatan/permohonan kepada Penggugat/Pemohon untuk disimpan yang bersangkutan